Stiker Parkir Brawijaya

Ada-ada saja ide brawijaya yang satu ini, bayangkan sekarang masuk kampus harus pake stiker bebas parkir. Trus biaya pembuatannya ditarik sebesar Rp 5o ribu per satu semester. Bayangkan dari mahasiswa brawijaya, berapa dana yang terkumpul dari hasil penjualan stiker parkir brawijaya. Hal ini tentu saja memberatkan mahasiswa-mahasiswa lama atau mahasiswa yang sering pinjam motor. Bayangkan jika 50 ribu dibebankan bagi mahasiswa yang jarang ke kampus (maksude yang dah tua) paling sering 1 minggu 3 kali (3x4x6) = 72. Jadi 50000:72 = 695 (pembulatan 700). Ini jelas merugikan, bayangkan jika untung 200 ini dikalikan mahasiswa yang jarang ke kampus. Dan menurut sumber yang tak dapat disebutkan namanya (maksude emang gak tau namanya, lali sory) setiap kendaraan yang tidak ada stikernya akan ditarik Rp 1000,- (sumber tidak 100% yakin). Wah-wah ini kalo bagi saya yang sering meminjam sepeda tentu sangat merugikan sekali, bayangkan jika ke kampus biasanya pinjam sepeda pagi, balik siang dan siang dah ganti sepeda lagi (wah 2000) padahal biasanya klo parkir utang, kadang gak bayar. Duh nasib-nasib emang benar, gak enak jadi orang miskin (teraniaya secara mental) dalam dunia yang berorientasi “hanya pada uang”. Jadi untuk teman-teman yang berniat miskin (dah batalin aja hahaha) dan untuk yang berniat kaya (teruskan, dan bantulah saudara, teman ataupun tetangga anda yang miskin). Semoga Brawijaya sudah memikirkan baik-baik keputusan yang diambil dan tidak menuai protes kemudian hari.

Hidup Brawijaya kampus tercinta yang membuat ku menderita.